Perilaku Merokok Remaja Gen Z Di Percut Sei Tuan Dan Implikasi Kesehatan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.31004/v4jbxg38Keywords:
Merokok, Remaja Gen Z, Penyimpangan Sosial, Faktor Sosial, Dampak KesehatanAbstract
Perilaku merokok di kalangan remaja Gen Z tetap menjadi masalah sosial dan kesehatan yang serius di Indonesia. Penelitian mini riset ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang memicu perilaku merokok sebagai bentuk penyimpangan sosial dan menganalisis dampaknya terhadap kesehatan serta interaksi sosial remaja di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 20 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan perilaku merokok dipengaruhi oleh kombinasi pengaruh teman sebaya, contoh keluarga, lingkungan yang menormalisasi merokok, faktor psikologis pencarian identitas, paparan media sosial, dan lemahnya kontrol sekolah serta masyarakat. Dampak merokok meliputi masalah kesehatan fisik (batuk, gangguan pernapasan), perkembangan otak (penurunan konsentrasi), serta masalah sosial dan akademik. Berdasarkan temuan, disarankan dilakukan upaya kolaboratif antara remaja, orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat kontrol sosial, dan menegakkan aturan pembatasan akses rokok bagi anak di bawah umur. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika perilaku merokok Gen Z di daerah tertentu dan berkontribusi pada pencegahan penyimpangan sosial
References
Referensi dari buku
Bandura, A. (1977). Social learning theory. New Jersey: Prentice Hall.
Becker, H. S. (1963). Outsiders: Studies in the sociology of deviance. New York: Free Press.
Boyd, R. (2014). How culture shaped the human species. Princeton University Press.
Boyd, D. (2014). It's complicated: The social lives of networked teens. New Haven: Yale University Press.
McQuail, D. (2011). McQuail's mass communication theory (6th ed.). London: Sage Publications.
Santrock, J. W. (2011). Adolescence (15th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Soekanto, S. (2014). Sosiologi suatu pengantar (12th ed.). Jakarta: Rajawali Pers.
Sutherland, E. H. (1947). Principles of criminology (4th ed.). Philadelphia: Lippincott.
Referensi dari journal
Brechwald, W. A., & Prinstein, M. J. (2021). Peer influence in adolescent development. In R. M. Lerner & L. Steinberg (Eds.), Handbook of adolescent psychology: Contextual influences (pp. 287-318). John Wiley & Sons.
Choukas-Bradley, S., et al. (2021). Social media and adolescent development. Clinical Child and Family Psychology Review, 24(1), 1-17.
Hidayati dan Arianto (2022) – tentang pengaruh orang tua, keluarga, dan lingkungan sosial terhadap perilaku merokok remaja.
Jati, R. S., & Utami, D. N. (2021). Stigma terhadap perokok: Analisis konten komentar online. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 101-110.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59-68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Latif (2024) – tentang pemasaran rokok melalui media sosial dan dampak kesehatan merokok pada remaja.
Lee, J. K., et al. (2023). The influence of branded content on adolescents' smoking behavior. Journal of Adolescent Health, 72(3), 345-352.
Novitasari, K., & Khusun, N. (2023). Norma sosial dan perilaku merokok pada remaja. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 1-9.
Putri, A. D., & Wibowo, A. (2022). Pengaruh media sosial terhadap perilaku merokok remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1), 50-65.
Putri, R., & Wibowo, A. (2022). Pengaruh Media Sosial terhadap Sikap Remaja terhadap Rokok. Jurnal Komunikasi Visual Desain, 8(2), 145–156. https://doi.org/10.14710/jkvds.v8i2.34587
Setiawan, A., et al. (2022). Pengaruh orang tua terhadap perilaku merokok remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 400-408.
Laporan Organisasi
Kemenkes RI. (2024). Situasi kesehatan jiwa remaja di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
NIDA (National Institute on Drug Abuse). (2020). Nicotine and the Teenage Brain. Bethesda: U.S. Department of Health and Human Services.
Riskesdas. (2023). Hasil Riset Kesehatan Dasar 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
WHO (World Health Organization). (2024). Global Youth Tobacco Survey 2024: Laporan Global. Geneva: World Health Organization.
Referensi dari Online/situs web
Kompas. (2024). Algoritma media sosial perkuat kebiasaan merokok pada remaja. Kompas.com. Diakses dari : https://share.google/lXPiFH2qlGTva6cuu
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yarty Maharanintana Br Ginting, Chintia Mentari, Juraida Lubis, Rhasya Adhira Putri Hasbianda, Sani Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












