Upaya Guru Sejarah Kebudayaan Islam Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

Authors

  • Ahyu Manja Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/s9t4hw96

Keywords:

Upaya, Motivasi Belajar, Sejarah Kebudayaan Islam

Abstract

Untuk meningkatkan motivasi belajar Siswa seorang guru harus memahami siswanya baik secara pribadi maupun konteks dimana pengajaran terjadi. Oleh karena itu guru memerlukan a) Kompetensi Pedagogik yang berkaitan dengan kemampuan mengajarnya. b) Kompetensi kepribadian, meliputi kepribadian terpuji yang menjadi teladan. c) Kompetensi Sosial, memungkinkan komunikasi efektif dengan siswa, rekan kerja, dan masyarakat dan d) Kompetensi Profesional, yang melibatkan pengetahuan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru meningkatkan motivasi siswa dalam sejarah kebudayaan Islam. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur, menganalisis defenisi dan data yang relevan dari buku bahan referensi, dan jurnal untuk membangun landasan teoritis untuk memahami strategi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Tujuannya adalah menghasilkan artikel yang merinci cara kerja guru Sejarah Kebudayan Islam (SKI) dalam memotivasi siswa dan fatktor-faktor dan mendorong motivasi tersebut. Mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam, yang merupakan salah satu komponen Pendidikan Agama Islam di berbagai jenjang pendidikan, menawarkan pembelajaran berharga dari masa lalu berkontribusi terhadap perkembangan moral siswa dan refleksi mereka terhadap pengalaman masa lalu dan masa depan.

References

Azizah, L., Mujiburrohman, M., Praptiningsih, P., & Fatimah, M. (2023). Peran Guru Sejarah Kebudayaan Islam Dalam Upaya Pembentukkan Karakter Terhadap Siswa. Al’Ulum Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 37–49. https://doi.org/10.54090/alulum.130

Djarwo, C. F. (2020). Analisis Faktor Internal dan Eksternal terhadap Motivasi Belajar Kimia Siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 7(1), 1–7. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/jiim/article/view/2790/1969

Fachrudin, Y. (2023). Analisis Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Dirasah: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar Islam, 6(1), 51–61. https://doi.org/10.51476/dirasah.v6i1.458

Hasanah, H. (2021). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII.3 MTsN Blangkejeren pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Melalui Metode Diskusi dengan Media Komik. Jurnal Serambi Akademica, 9(2), 101–113. https://ojs.serambimekkah.ac.id/serambi-akademika/article/view/2907

Irawan, L. A. dan dodi. (2023). Pentingnya Mengenalkan Alqur’an Sejak Dini Melalui Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Indonesia(PJPI), 1(1), 13–20. https://doi.org/10.00000/pjpi.xxxxxxxx

Kurnia, D., Imanika, M. S., Suhertin, T., Dhiahulhaq, F., Ilyas, D., Cahyadi, & Masitoh, I. (2024). Peran Motivasi Dalam Meningkatkan Pembelajaran Siswa. Cendekia Inovatif Dan Berbudaya, 1(4), 342–347. https://doi.org/10.59996/cendib.v1i4.477

Rahman, A., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8.

Ratri, A., & Ulya, N. (2022). Upaya Guru SKI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Risalah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 8(4), 1353.

Ulfa, J. S. (2016). Peranan Guru Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa DI MTS Mazaakhirah Baramuli Kelas VIII Pinrang. 1–23. http://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/latihan/article/view/1709

Yemmardotillah, M. (2017). Tujuan Pendidikan Menurut Al-Qur’an. Yayasan STIT Ahlussunnah Bukittinggi. https://ejournal.stitahlussunnah.ac.id/index.php/el-rusyd/article/download/6/6

Yemmardotillah, (2017) . Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia. Medan, Restu Printing Indonesia, Hal.57, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.

Downloads

Published

2024-11-02

How to Cite

Upaya Guru Sejarah Kebudayaan Islam Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa. (2024). Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(3), 79-86. https://doi.org/10.31004/s9t4hw96