Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Permainan Clay Tematik Naratif Di Kober Kamboja

Authors

  • Afrida Yenti Salim Universitas Negeri Padang Author
  • Setiyo Utoyo Universitas Negeri Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/8nrb9k10

Keywords:

motorik halus, permainan clay, tematik naratif, pendidikan anak usia dini, penelitian tindakan kelas

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan “aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang berkaitan dengan koordinasi otot kecil dan mata. Di Kober Kamboja, sekitar 70% anak kelompok B mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus seperti menggunting, meronce, dan memegang pensil dengan benar”. Metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik menjadi kendala utama dalam pengembangan keterampilan ini. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja melalui permainan clay tematik naratif”. Penelitian menggunakan metode “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B (8 laki-laki dan 7 perempuan) berusia 5-6 tahun”. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan motorik halus dengan indikator: kemampuan memegang dan meremas clay, koordinasi gerakan tangan, kekuatan jari dalam membentuk objek, dan kemampuan menyelesaikan tugas. Analisis data menggunakan teknik persentase untuk menentukan tingkat keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan pada kemampuan motorik halus anak. Pada pra-siklus, hanya 30% anak mencapai kriteria berkembang sesuai harapan. Setelah siklus I, persentase meningkat menjadi 60%, dan pada siklus II mencapai 86,67%”. Permainan clay tematik naratif terbukti efektif melatih koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, dan kreativitas anak melalui kegiatan meremas, menggulung, dan membentuk clay sesuai cerita. Permainan clay tematik naratif terbukti efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

References

Azizah, N. (2021). Penelitian tindakan kelas: Konsep dan aplikasi dalam pembelajaran. Pustaka Ilmu.

Depdiknas. (2023). Pedoman pengembangan kemampuan motorik anak usia dini. Jakarta: Direktorat PAUD.

Fadlillah, M. (2014). Desain pembelajaran PAUD: Tinjauan teoretik dan praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Fahriani, R. (2016). Pengaruh metode bercerita terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 245-258.

Hartati, S. (2005). Perkembangan belajar pada anak usia dini. Jakarta: Depdiknas.

Hurlock, E. B. (2020). Perkembangan anak (6th ed.). Jakarta: Erlangga.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2021). The action research planner: Doing critical participatory action research. Singapore: Springer.

Musbikin, I. (2010). Buku pintar PAUD: Dalam perspektif Islam. Yogyakarta: Laksana.

Nirwana, A. B. (2018). Bermain clay untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal PAUD Agapedia, 2(1), 45-56.

Nursifa, A. (2019). Penggunaan media clay dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Ilmiah PAUD, 4(2), 112-125.

Nurjanah, S., & Anggraini, D. (2020). Metode pembelajaran naratif untuk anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2(1), 78-89.

Oktaviani, R., & Yuliani, T. (2022). Perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan kolase. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3245-3256.

Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Putra, I. G. N., & Pintari, N. L. (2023). Pengaruh bermain plastisin terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 11(1), 67-76.

Rahayu, S., Wijayanti, A., & Suparno, S. (2023). Efektivitas kegiatan membentuk plastisin dalam meningkatkan koordinasi mata-tangan anak usia 5-6 tahun. Jurnal Ilmiah Potensia, 8(2), 145-154.

Rahmatika, D., Hartati, T., & Maulana, A. (2019). Implementasi metode bercerita dalam pembelajaran karakter anak usia dini. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 13(2), 301-315.

Sari, P. M., & Wulandari, D. (2021). Pendekatan pembelajaran berbasis narasi dalam PAUD. Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(3), 189-201.

Susanto, A. (2015). Bimbingan dan konseling di taman kanak-kanak. Jakarta: Prenadamedia Group.

Susanto, A. (2017). Pendidikan anak usia dini: Konsep dan teori. Jakarta: Bumi Aksara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Utomo, E., Asvio, N., & Prayogi, R. (2024). Metode penelitian tindakan kelas (PTK): Panduan praktis untuk guru dan mahasiswa di institusi pendidikan. Jambi: Literasi Nusantara.

Widayati, A. (2014). Penelitian tindakan kelas. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 12(1), 87-93.

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite

Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Permainan Clay Tematik Naratif Di Kober Kamboja. (2026). Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(1), 478-482. https://doi.org/10.31004/8nrb9k10