Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Membutsir Di PAUD Marhamah Sawahlunto
DOI:
https://doi.org/10.31004/j4f01k15Keywords:
motorik halus, membutsir, anak usia diniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan membutsir. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan koordinasi mata dan tangan serta kelenturan otot jari tangan anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak pada kelompok tertentu (misal: Kelompok B) di instansi terkait. Kegiatan membutsir dilakukan dengan menggunakan media seperti playdough, tanah liat, atau plastisin untuk melatih gerakan jari-jemari anak dalam menekan, meremas, dan membentuk objek. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan motorik halus anak di setiap siklusnya. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya persentase ketuntasan indikator kemampuan anak dalam memanipulasi benda dan koordinasi visual-motorik yang mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan membutsir secara efektif dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini.
References
Prasetyo (2020). Pentingnya Asesmen Autentik dalam PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 45-56.
Prasetyo, H. (2020). Pentingnya Asesmen Autentik dalam PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 45-56. → Menyatakan bahwa asesmen autentik melalui ceklis membantu guru memperoleh data perkembangan anak secara sistematis.
Sari & Rahmawati (2021). Penggunaan Instrumen Ceklis dalam Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, 6(1), 123-134. → Hasil: Ceklis efektif digunakan untuk asesmen motorik halus jika guru konsisten.
Sari, D., & Rahmawati, A. (2021). Penggunaan Instrumen Ceklis dalam Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 123-134. → Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen ceklis efektif digunakan untuk menilai keterampilan motorik halus anak jika guru konsisten dalam observasi.
Suyadi & Ulfah, M. (2019). Konsep Dasar PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
→ Menjelaskan bahwa asesmen merupakan bagian integral dalam pembelajaran PAUD untuk mengetahui capaian perkembangan anak.
Utami & Sari (2022). Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Observasi Autentik. Jurnal Obsesi, 7(2), 450-462.→ Hasil: Asesmen observasi sistematis (termasuk ceklis) mampu mengungkap perkembangan motorik halus anak lebih akurat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Misriyeni, Nenny Mahyuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












